Tampilkan postingan dengan label tarbiyah akhlak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tarbiyah akhlak. Tampilkan semua postingan

12 Barisan di Akhirat

Suatu ketika, Muadz b Jabal ra menghadap Rasulullah saw dan bertanya: "Wahai Rasulullah, tolong uraikan kepadaku mengenai firman Allah SWT: "Pada saat sangkakala ditiup, maka kamu sekalian datang berbaris-baris." (QS An-Naba':18)"
Mendengar pertanyaan itu, baginda menangis dan basah pakaian dengan air mata. Lalu menjawab: "Wahai Muadz, engkau telah bertanya kepadaku, perkara yang amat besar, bahwa umatku akan digiring, dikumpulkan berbaris-baris."
Maka dinyatakan apakah 12 barisan tersebut.....

Barisan Pertama 
Digiring dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Keadaan mereka ini dijelaskan melalui satu seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: "Mereka itu adalah orang-orang yang sewaktu hidupnya menyakiti hati tetangganya, maka demikianlah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Kedua 
Digiring dari kubur berbentuk babi hutan. Datanglah suara dari sisi Yang Maha Pengasih: "Mereka itu adalah orang yang sewaktu hidupnya meringan-ringankan sholat,maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."


Barisan Ketiga 
Mereka berbentuk keledai, sedangkan perut mereka penuh dengan ular dan kala jengking. "Mereka itu adalah orang yang enggan membayar zakat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Keempat 
Digiring dari kubur dengan keadaan darah seperti air pancuran keluar dari mulut mereka. "Mereka itu adalah orang yang berdusta di dalam jual beli, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Kelima 
Digiring dari kubur dengan bau busuk dari bangkai. Ketika itu Allah SWT menurunkan angin sehingga bau busuk itu mengganggu ketenteraman di Padang Mahsyar. "Mereka itu adalah orang yang menyembunyikan perlakuan durhaka takut diketahui oleh manusia tetapi tidak pula merasa takut kepada Allah SWT, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Keenam 
Digiring dari kubur dengan keadaan kepala mereka terputus dari badan. "Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Ketujuh 
Digiring dari kubur tanpa mempunyai lidah tetapi dari mulut mereka mengalir keluar nanah dan darah. "Mereka itu adalah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."


Barisan Kedelapan
Digiring dari kubur dalam keadaan terbalik dengan kepala ke bawah dan kaki ke atas. "Mereka adalah orang yang berbuat zina, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Kesembilan 
Digiring dari kubur dengan berwajah hitam gelap dan bermata biru sementara dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh. "Mereka itu adalah orang yang makan harta anak yatim dengan cara yang tidak sebenarnya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Kesepuluh 
Digiring dari kubur mereka dalam keadaan tubuh mereka penuh dengan penyakit sopak dan kusta. "Mereka adalah orang yang durhaka kepada orang tuanya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Kesebelas 
Digiring dari kubur mereka dengan berkeadaan buta mata-kepala, gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidah mereka terjulur memanjang sampai ke perut mereka dan keluar beraneka kotoran. "Mereka adalah orang yang minum arak, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Kedua Belas 
Mereka digiring dari kubur dengan wajah yang bersinar-sinar laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirat seperti kilat. Maka, datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih memaklumkan: "Mereka adalah orang yang beramal saleh dan banyak berbuat baik. Mereka menjauhi perbuatan durhaka, mereka memelihara sholat lima waktu,ketika meninggal dunia keadaan mereka sudah bertaubat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah syurga, mendapat ampunan, kasih sayang dan keredhaan Allah Yang Maha Pengasih..."

Semoga kita semua di saf yang Ke-12 yang mendapat rahmat dari Allah SWT. Amin...

PKS Adalah Pilihan, Golput Adalah Keputusasaan

Seperti bunyi judul salah satu lagu dari Krisdayanti, Menghitung Hari. Di mana beberapa lagi Indonesia akan menggelar sebuah hajatan besar, yaitu pesta demokrasi yang disebut dengan Pemilu. Yaaa…pemilu sudah di ambang pintu. Segala sesuatu yang berkenaan dengan aktivitas untuk menyambut perhelatan akbar ini terus dipersiapkan oleh pihak2 yang berwenang. Namun apapun itu bentuknya cuma satu yang kita harapkan, ialah agar pemilu ini dapat berlangsung dengan damai serta jurdil (jujur dan adil).
Sehubungan dengan itu, jadwal pemilu pun sudah ditetapkan. Pemilu 2014 ini  akan dilaksanakan dua kali, yaitu Pemilu Legislatif (Pileg) pada tanggal 9 April 2014 yang akan memilih para anggota dewan legislatif dan  Pemilu Presiden (Pilpres) pada tanggal 9 Juli 2014 yang akan memilih Presiden dan Wakil Presiden. Begitu pula dengan jadwal kampanye bagi partai-partai peserta pemilu juga sudah disusun sedemikian rupa, supaya dapat berjalan dengan tertib dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Adapun yang menjadi undangan dari pesta pemilu ini adalah seluruh rakyat Indonesia yang sudah memenuhi persyaratan sebagai pemilih, tanpa terkecuali. Oleh karena itu kepada semua warga masyarakat di Republik ini, yang namanya sudah terdaftar sebagai pemilih diharapkan agar bisa menggunakan hak suaranya pada saat pemilu nanti. Salurkan aspirasi anda di dalam bilik suara yang bernama TPS. Ingat, suara anda hari ini akan menentukan nasib masa depan anda di 5 tahun mendatang…!
Golput: Golongan Putus asa
Sebagaimana pemilu-pemilu sebelumnya, pemilu kali inipun tak pernah lepas dari pro dan kontra. Bahwa ada banyak karakter pemilih yang akan turut meramaikan  pemilu tahun ini, dan ini sudah merupakan sunnatullah. Yaitu dari yang paling bersemangat ingin ikut terjun (berpartisipasi) di dalamnya, kemudian ada yang ogah-ogahan (setengah hati), bahkan sampai ada yang memilih untuk tidak ikutan sama sekali alias golput. Bagi yang bersemangat dan yang ogah-ogahan, saya tidak akan membahasnya lebih lanjut. Namun saya cuma ingin membahas orang-orang yang masuk dalam golput ini. Siapa sajakah mereka…?
Golput (golongan putih) adalah sebutan untuk orang-orang yang tidak menggunakan hak pilihnya dalam pesta demokrasi atau pemilu. Ada berbagai alasan/faktor mengapa mereka tidak mau berpartisipasi dalam pemilu. Yang jelas fenomena golput ini sudah ada sejak diselenggarakannya pemilu pertama  di Indonesia pada tahun 1955. Dan semakin marak kehadirannya pada masa pemerintahan Orde Baru (Orba) pada tahun 1971. Yang dimotori oleh beberapa orang di antaranya adalah Arief Budiman, Julius Usman dan almarhum Imam Malujo Sumali (Pengertian Golput dalam Pemilu: Masruhin Dander; 2012)
Sedangkan alasan/faktor mengapa orang lebih memilih golput menurut saya ada 2, yaitu faktor ketidaksengajaan dan kesengajaan. Yang pertama adalah faktor ketidaksengajaan. Hal ini disebabkan oleh beberapa alasan (kejadian) yang di luar dugaan atau ketidakmampuan seseorang untuk menolaknya, bertepatan dengan hari H atau waktu pencoblosan. Misalnya karena alasan musibah (sakit, meninggal dunia, bencana alam, dan lain-lain) baik menimpa yang bersangkutan, sanak famili, tetangga, teman dan lain sebagainya. Bisa juga karena alasan bepergian, pekerjaan yang tak bisa ditinggalkan, kelupaan, ketiduran, dan seterusnya. Atau bisa juga karena tidak terdaftar sebagai pemilih serta alasan karena salah mencoblos pada saat pemungutan suara, karena faktor ketidaktahuan atau kurangnya informasi dan sosialisasi mengenai pemilu itu sendiri (terkait surat suara dan tatacara pencoblosan).
Yang kedua adalah faktor kesengajaan. Yaitu adanya unsur kesengajaan yang dilakukan oleh seseorang untuk tidak memilih pada saat pemilu berlangsung. Hal ini dilandasi oleh berbagai alasan atau kemungkinan. Antara lain ialah karena merasa tidak ada partai atau calon (caleg dan capres) yang layak untuk dipilih. Menganggap ada atau tidak adanya pemilu hasilnya sama saja, bahwa pemilu tidak akan pernah mengubah keadaan yang sudah kadung dianggap rusak/bobrok/kisruh. Beranggapan bahwa pemilu ini hanya akan menguntungkan segelintir orang yang berkepentingan di dalamnya.
Selain dari beberapa  faktor kesengajaan di atas, menurut saya ada lagi yang lebih ekstrem, yaitu faktor keagamaan dan kesukuan (SARA), idealisme dan lain-lain. Masuk pula dalam kategori ini ialah adanya sekelompok orang (Islam) yang menghujat dan mengecam pemilu sebagai salah satu produk demokrasi yang tak boleh diikuti, apalagi terjun langsung sebagai peserta pemilu. Karena bagi mereka demokrasi itu merupakan sebuah sistem kufur yang tidak ada hubungan sama sekali dengan Islam dan bertentangan dengan hukum Islam. Oleh karenanya segala sesuatu yang berkaitan dengan demokrasi haram hukumnya, termasuk juga pemilu…!
Namun apapun itu bentuknya, menurut saya golput bukanlah sikap yang tepat untuk dijadikan pegangan. Sebab golput merupakan kumpulan orang-orang yang tidak memiliki kepekaan (sense of belonging) terhadap segala persoalan bangsa ini. Cerminan dari orang-orang yang apatis dan pesimis. Gambaran dari orang-orang yang tidak mempunyai semangat hidup yang tinggi serta mudah sekali berputus asa. Tidak punya pilihan hidup, hanya berpasrah kepada nasib belaka. Padahal dalam Islam sendiri sudah diajarkan bahwa kita tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah SWT.
PKS: Solusi Pilihan
Terlepas dari itu semua, hidup ini harus terus berjalan. Apapun yang terjadi kita harus tetap optimis, bahwa  cepat atau lambat kita pasti akan menemui jalan keluar dari semua kemelut yang kita hadapi sekarang ini. Indonesia membutuhkan orang-orang yang baik (shalih), cerdas, jujur dan amanah. Dan itu tidak bisa dilakukan hanya dengan berdiam diri dan berdoa saja. Harus ada aksi nyata yang ditunjukkan dan diberikan kepada bangsa ini.
Bagaimana mungkin di satu sisi kita menginginkan suatu perubahan dalam parlemen dan pemerintahan, namun di sisi yang lain kita tidak mau terlibat langsung di dalamnya. Walaupun cuma sekedar meluangkan waktu kita selama 5 menit saja di dalam bilik suara. Di satu sisi kita teriak-teriak mengatakan demokrasi yang bertentangan dengan hukum Islam (kufur), namun di sisi yang lain kita lupa bahwa selama ini kita telah makan dan minum dari hasil produk demokrasi itu sendiri.
Untuk itu sebagai bentuk dari rasa kepedulian & kecintaan kepada Tanah Air, PKS (Partai Keadilan Sejahtera) hadir untuk memberikan solusi. PKS bisa menjadi salah satu pilihan dari sekian banyak pilihan yang ada. Sebagai partai Islam yang modernis, kiprahnya di dunia perpolitikan Indonesia tak perlu diragukan lagi. Saat ini, PKS menjadi satu-satunya partai Islam terbesar di sini.
Dengan ditopang kader-kader yang berkualitas, baik dari segi ilmu duniawi maupun ukhrawi, PKS siap bersaing dengan jutaan anak bangsa lainnya. Siap bersinergi demi kemajuan Ibu Pertiwi. Siap memberikan sumbangsih dan karya nyatanya bagi negeri. Tiga kali mengikuti pemilu, PKS sudah membuktikan dirinya sebagai partai yang tak bisa dianggap remeh oleh kawan maupun lawan.
Sejumlah kader-kadernya yang saat ini duduk di badan legislatif maupun eksekutif, telah berhasil menunjukkan jati dirinya siapa dan bagaimana mereka. Walaupun jumlah mereka masih tergolong kecil (sedikit), namun itu tak menyurutkan langkah mereka untuk terus menegakkan amar ma’ruf nahi munkar di manapun berada. Begitu pula dengan para kadernya yang di luar parlemen dan pemerintahan, mereka tetap bahu-membahu memberikan karya nyatanya, meski sekecil apapun jua itu bentuknya. Bahwa mereka memang “berbeda” dari yang lain, itulah faktanya…
Maka, jangan pernah ragu untuk memilih PKS pada pemilu tanggal 9 April nanti. Karena PKS ada memang untuk menyelamatkan Indonesia. Ingat, jangan pernah  mau diajak  menjadi golput… karena ini bukanlah watak para pejuang, namun merupakan watak para pecundang… Allahu Akbar…!!


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2014/03/12/47613/pks-adalah-pilihan-golput-adalah-keputusasaan/#ixzz2xM2Uu9dR


Kewajiban-Kewajiban Seorang Al Akh

"Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati  mereka,  tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." (Al-Anfal: 63)
Wahai Ikhwan yang tulus...Imanmu  kepada  bai'at  ini  mengharuskanmu  untuk  menunaikan  kewajiban-kewajiban berikut, sehingga engkau menjadi 'batu bata' yang kuat bagi bangunan:
1. Hendaklah engkau memiliki wirid harian dari Kitabullah tidak kurang dari satu juz Usahakan untuk mengkhatamkan Al-Qur'an dalam waktu tidak lebih dari sebulan dan tidak kurang dari tiga hati.
2. Hendaklah engkau membaca Al-Qur'an dengan baik,  memperhatikannya dengan
seksama,  dan merenungkan artinya.  Hendaklah engkau juga mengkaji sirah Nabi
dan  sejarah  para  salaf  sesuai  dengan  waktu  yang  tersedia.  Buku  yang  dirasa
mencukupi kebutuhan ini minimal adalah buku Humatul Islam. Hendaklah engkau
juga banyak membaca hadits Rasul Allah saw., minimal hafal empat puluh hadits;
ditekankan  untuk  Al-Arba'in  AnNawawiyah.  Dan  hendaklah  engkau  mengkaji
risalah tentang pokok-pokok aqidah dan cabang-cabang fiqih.
3. Hendaklah  engkau  bersegera  melakukan  general  check  up  secara  berkala  atau
berobat, begitu penyakit terasa mengenaimu. Di samping itu perhatikanlah faktorfaktor
 penyebab  kekuatan dan perlindungan  tubuh,  dan hindarilah faktor-faktor
penyebab lemahnya kesehatan.
4. Hendaklah  engkau  menjauhi  berlebihan  dalam  menkonsumsi  kopi,  teh,  dan minuman perangsang semisalnya,  janganlah engkau meminumnya kecuali  dalam
keadaan darurat, dan hendaklah engkau menghindar sama sekali dari rokok.
5. Hendaklah engkau perhatikan urusan kebersihan dalam segala hal,  menyangkut:
tempat  tinggal,  pakaian,  makanan,  badan,  dan  tempat  kerja,  karena  agama  ini
dibangun di atas dasar kebersihan.
6. Hendaklah engkau jujur dalam berkata, jangan sekali-kali berdusta.
7. Hendaklah engkau menepati janji,  janganlah mengingkarinya,  betapa pun kondisi
yang engkau hadapi.
8. Hendaklah engkau pemberani dan tahan uji. Keberanian yang paling utama adalah
terus-terang dalam mengatakan kebenaran, ketahanan menyimpan rahasia,  berani
mengakui  kesalahan,  adil  terhadap  diri  sendiri,  dan dapat  menguasainya  dalam
keadaan marah sekalipun.
9. Hendaklah  engkau  senantiasa  bersikap  tenang  dan  berkesan  serius.  Namun
janganlah keseriusan itu menghalangimu dari canda yang benar, senyum, dan tawa.
10. Hendaklah  engkau  memiliki  rasa  malu  yang  kuat,  berperasaan  sensitif,  sangat
mudah terpengaruh (peka)  oleh kebaikan dan keburukan;  yakni  munculnya rasa
bahagia untuk yang pertama dan rasa tersiksa untuk yang kedua. Hendaklah pula
engkau rendah hati  tanpa menghina diri,  bersikap taklid (yes  man),  dan terlalu
berlunak hati. Dan hendaklah engkau memuntat -dari orang lain- lebih rendah dari
martabatmu untuk mendapatkan martabarmu yang sesungguhnya.
11 . Hendaklah engkau bersikap adil dan benar dalam memutuskan suatu perkara, pada
setiap  situasi.  janganlah  kemarahan  melalaikanmu  untuk  berbuat  kebaikan,
janganlah mata keridhaan engkau pejamkan dari  perilaku yang buruk, janganlah
permusuhan membuatmu lupa dari  pengakuan jasa baik,  dan hendaklah engkau
berkata benar meskipun itu merugikanmu atau merugikan orang yang paling dekat
denganmu.
12. Hendaklah  engkau  menjadi  pekerja  keras  (work  aholic)  dan  terlatih  dalam
menangani  aktivitas  sosial.  Hendaklah  engkau  merasa  bahagia  jika  dapat
mempersembahkan  bakti  untuk  orang  lain,  gemar  membesuk  orang  sakit,
membantu  orang  yang  membutuhkan,  menanggung  orang  yang  lemah,
meringankan beban orang yang tertimpa musibah meskipun hanya dengan katakata
yang baik,dan senantiasa bersegera berbuat kebaikan.
13. Hendaklah engkau berhad kasih, dermawan, toleran, pemaaf, lemah lembut kepada
manusia  maupun binatang,  berperilaku  baik dalarn  berhubungan  dengan semua
orang, menjaga etika-etika sosial Islam, menyayangi yang kecil dan menghormati
yang besar, memberi tempat kepada orang lain dalam majelis, tidak memata-matai,
tidak menggunjing,  tidak mengumpat,  meminta izin jika masuk maupun keluar
rumah, dan lain-lain.
14. Hendaklah  engkau  pandai  membaca  dan  menulis,  memperbanyak  menelaah
terhadap risalah Ikhwan, koran, majalah, dan tulisan lainnya.  Hendaklah engkau
membangun perpustakaan khusus,  seberapa pun ukurannya;  konsentrasi  terhadap
spesifikasi  keilmuan dan keahlianmu jika  engkau  seorang Spesialis;  menguasai
persoalan Islam secara  umum penguasaan yang membuatnya dapat  membangun
persepsi  yang baik  untuk menjadi  referensi  bagi  pemahaman  terhadap  tuntutan
fikrah.
15. Hendaklah engkau memiliki  proyek usaha ekonomi  betapapun kayanya engkau,
utamakan proyek mandiri betapapun kecilnya,  dan cukupkanlah dengan apa yang
ada pada dirimu betapa pun tingginya kapasitas keilmuanmu.
16. Janganlah engkau terlalu berharap untuk menjadi pegawai negeri dan jadikanlah ia
sesempit-sempit  pintu  rezeki.  Namun  jangan  engkau  tolak,  jika  diberi  peluang
untuk  itu.  janganlah  engkau  melepaskannya,  kecuali  jika  ia  benar-benar
bertentangan dengan tugas-tugas dakwahmu.
17. Hendaklah  engkau  perhatikan  penunaian  tugas-tugasmu;  bagaimana  kualitasnya
dan kecermatannya, jangan mempu, dan hendaklah menepati kesepakatan.
18. Hendaklah engkau memenuhi hakmu dengan baik dan memenuhi hak-hak orang
lain  dengan  sempurna,  tanpa  dikurangi  dan  berlebihan;  janganlah  pula  engkau
menunda-nunda pekerjaan.
19. Hendaklah engkau menjauhkan judi dengan segala macamnya, betapapun maksud
di  baliknya;  dan  hendaklah  engkau  menjauhi  mata  pencaharian  yang  haram,
betapapun keuntungan besar yang ada di baliknya.
20. Hendaklah engkau menjauh dari riba dalam setiap aktivitasmu, dan sucikan ia dari
riba sama sekali.
21. Hendaklah  engkau  memelihara  kekayaan  umat  Islam  secara  umum  dengan
mendorong  berkembangnya  pabrik-pabrik  dan  proyek-proyek  ekonomi  Islam.
Hendaklah  engkau  juga  menjaga  setiap  keping  mata  uang  agar  tidak  jatuh  ke
tangan  orang  non-Islam dalam keadaan  bagaimanapun.  jangan  berpakaian  dan
jangan makan kecuali dari produk negerimu yang Islam.
22. Hendaklah engkau memiliki kontribusi finansial dalam dakwah, engkau tunaikan
kewajiban  zakatmu,  dan  jadikan  sebagian  dari  hartamu  itu  untuk  orang  yang
meminta dan orang yang kekurangan, betapa pun kecil penghasilanmu.
23. Hendaklah  engkau  menyimpan  sebagian  dari  penghasilanmu  untuk  persediaan
masa-masa sulit,  betapa pun sedikit,  dan jangan sekali-kali  menyusahkan dirimu
untuk mengejar kesempurnaan.
24. Hendaklah  engkau  bekerja  -semampu  yang  engkau  bisa  lakukan-  untuk
menghidupkan  tradisi  Islam dan  mematikan  tradisi  asing  dalam setiap  aspek
kehidupanmu.  Misalnya  ucapan salam,  bahasa,  sejarah,  pakaian,  perabot  rumab
tangga,  cara.  kerja dan istirahat,  cara makan dan minum,  cara datang dan pergi,
serta gaya. melampiaskan rasa suka dan duka. Hendaklah engkau menjaga. sunah
dalam setiap aktivitas tersebut.
25. Hendaklah engkau memboikot peradilan-peradilan setempat atau seluruh peradilan
yang tidak islami.  Demikian juga gelanggang-gelanggang, penerbitan-penerbitan,
organisasi-organisasi,  sekolah-sekolah,  dan  segenap  institusi  yang  tidak
mendukung fikrahmu secara total.
26. Hendaklah engkau senantiasa merasa diawasi  oleh Allah, mengingat  akhirat,  dan
bersiap-siap  untuk  menjemputnya,  mengambil  jalan  pintas  untuk  menuju  ridha
Allah dengan tekad yang kuat, mendekatkan diri kepada-Nya dengan ibadah sunah,
seperti: shalat malam, puasa tiga hari -minimal- setiap bulan, memperbanyak dzikir
(hati  dan  lisan),  dan  berusaha  mengamalkan  doa  yang  diajarkan  pada  setiap
kesempatan.
27. Hendaklah  engkau  bersuci  dengan  baik  dan  usahakan  untuk  senantiasa  dalam
keadaan berwudhu di sebagian besar waktumu.
28. Hendaklah  engkau  shalat  dengan  baik  dan  senantiasa  tepat  waktu  dalam
menunaikannya. Usahakan untuk senantiasa berjamaah di masjid jika itu mungkin
dilakukan.
29. Hendaklah  engkau  berpuasa  Ramadhan  dan  berhaji  dengan  baik,  jika  engkau
mampu melakukannya. Kerjakanlah sekarang juga jika engkau telah mampu.
30. Hendaklah engkau senantiasa menyertai  dirimu dengan niat  jihad dan cinta mati
syahid, Bersiaplah untuk itu, kapan saja kesempatannya tiba.
31. Hendaklah engkau senantiasa memperbarui  taubat  dan istighfarmu,  dan berhatihatilah
terhadap dosa yang kecil, apalagi dosa yang besar. Sediakan -untuk dirimu-beberapa
saat  sebelum tidur  untuk introspeksi  diri  terhadap apa-apa vang telah engkau lakukan, yang baik maupun yang buruk. Perhatikan waktumu, karena waktu adalah kehidupan itu sendiri. janganlah engkau pergunakan ia -sedikit pun- tanpa guna, dan janganlah engkau ceroboh terhadap hal-hal yang syubhat agar tidak jatuh ke dalam kubangan yang haram.
32. Hendaklah engkau berjuang meningkatkan kapasitasmu dengan sungguh-sungguh
agar  engkau  dapat  menerima  tongkat  kepemimpinan.  Hendaklah  engkau
menundukkan  pandanganmu,  menekan  emosimu,  dan  memotong  habis  selera selera rendah dari
jiwamu, bawalah ia hanya untuk menggapai yang halal dan baik, dan hijabilah ia dari yang haram,
dalam keadaan bagaimanapun.
33. Hendaklah  engkau  jauhi  khamer  dan  seluruh  makanan  atau  minuman  yang
memabukkan sejauh-jauhnya.
34. Hendaklah engkau menjauh dari pergaulan dengan orang jahat  dan persahabatan
dengan orang yang rusak, serta jauhilah tempat-tempat maksiat.
35. Hendaklah engkau perangi tempat-tempat iseng; jangan sekali-kali mendekatinya,
dan hendaklah engkau jauhi gaya hidup mewah dan bersantal-santai.
36. Hendaklah  engkau  mengetahui  anggota  katibah-mu  satu  persatu  dengan
pengetahuan  yang  lengkap,  juga  kenalkan  dirimu  kepada  mereka  dengan
selengkapnya.  Tunaikan hak-hak ukhuwah mereka dengan seutuhnya;  hak kasih
sayang, penghargaan. pertolongan, dan itsar. Hendaklah engkau senantiasa hadir di
majelis mereka dan tidak absen, kecuali karena udzur darurat, dan pegang teguhlah
sikap itsar dalam pergaulanmu dengan mereka.
37. Hendaklah  engkau  hindari  hubungan  dengan  organisasi  atau  jamaah  apapun
sekiranya  hubungan itu  tidak  membawa  maslahat  bagi  fikrahmu,  terutama  jika
diperintahkan untuk itu.
38. Hendaklah engkau menyebarkan dakwahmu di mana pun dan memberi informasi
kepada pemimpin tentang segala kondisi  yang melingkupimu.  janganlah engkau
berbuat  sesuatu yang berdampak strategis,  kecuali  dengan seizinnya.  Hendaklah
senantiasa  engkau  menempatkan dirimu  sebagai  'tentara  yang berada  di  tangsi,
yang tengah menanti instruksi komandan.
Wahai Ikhwan yang tulus ... !
Inilah bingkai  global  dakwahmu dan penjelasan ringkas fikrahmu. Engkau dapat menghimpun  prinsip-prinsip  ini  dalam lima  slogan:  Allah  ghayatuna (Allah  adalah tujuan kami),  Ar-Rasul qudwatuna (Rasul adalah teladan kami),  Al-Qur'an Dusturuna (Al Qur'an adalah undang-undang kami), Al-Jihad sabiluna (jihad adalah jalan kami), dan Asy-Syahid asma amanina (Mati syahid adalah cita-cita kami).
Engkau  pun  juga  bisa  menghimpunnya  dalam  berbagai  kata  berikut: kesederhanaan, tilawah, shalat, keprajuritan, dan akhlak. Cengkeramlah secara sungguh-sungguh bimbingan ini.  Jika tidak demikian maka
engkau  akan  jatuh  dalam barisan  qa'idin (yang  duduk-duduk  santai)  yang  akan mengantarkanmu menjadi pemalas dan tukang iseng. Saya yakin, jika engkau mengetahuinya dengan baik dan'  engkau menjadikannya cita-cita dan orientasi hidupmu, maka balasanmu adalah kehormatan hidup di dunia dan
kebajikan serta  ridha di  akhirat.  Engkau adalah bagian dari  kami  dan kami  bagian darimu. Jika engkau berpaling darinya lalu duduk-duduk santai  saja,  maka tiada lagi hubungan antara kita. Jika engkau seseorang yang biasa berada di depan dalam majelis kita, di pundakmu tertempel gelar-gelar mentereng, dan kau tampak begitu menonjol di antara kita, maka dudukmu akan dihisab oleh Allah dengan seberat-berat hisab. Maka pilihlah kedudukan untuk dirimu yang pas,  niscaya kami  memohonkan kepada Allah
-untuk kami dan untukmu- hidayah dan taufik-Nya. "Hai  orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari adzab yang pedih? (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jilka kamu mengetahuinya, niscaya Allah akan mengampuni dosadosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir  di bawahnya sungaisungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat  tinggal  yang baik di  dalam surga 'Adn Itulah keberuntungan yang besar.  Dan (ada lagi)  karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu)  pertolongan  dari  Allah  dan  kemenangan  yang  dekat  (waktunya).  Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman. Hai orang-orang yang beriman,  jadilah  kamu  penolong-penolong  (agama)  Allah  sebagaimana  Isa  putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia,  'Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongmu (untuk menegakkan agama) Allah?'Lalu segolongan dari kaum  Bani  Israil  beriman  dan  segolongan  (yang  lain)  kafir,  maka  Kami  berikan
kekuatan  kepada  orang-orang  yang  beriman  terhadap  musuh-musuh  mereka,  lalu mereka menjadi orang-orang yang menang." (Ash-Shaff: 10-14)



di kutip dari buku kumpulan Risalah Dakwah
karya Hasan al Banna


Kedudukan Wanita dan Pria Menurut Islam


"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan oleh-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (At-Tahrim: 6)

         
Wanita adalah madrasah (sekolah) pertama yang akan membentuk dan mencetak generasi. Gambaran  yang diterima oleh seorang anak dari ibunya, maka itulah yang menentukan nasib bangsa dari orientasi atau sudut pandang umat. Dan lebih dari itu semua, wanita adalah orang pertama yang memberikan kontribusi dalam kehidupan pemuda dan bangsa. Islam yang hanif ini juga tak mengabaikannya. Karena ia yang datang sebagai cahaya dan petunjuk bagi seluruh manusia, telah mengatur semua aspek kehidupan dengan serangkaian aturan yang paling proporsional dan berpijak di atas landasan dan tata perundang-undangan yang utama. Memang Islam tidak mengabaikan itu semuanya dan tidak meninggalkan manusia kebingungan dalam setiap aspek kehidupan. Islam menjelaskan kepada mereka semuanya dengan penjelasan yang tidak membutuhkan tambahan.
         Pada hakekatnya tidak begitu penting bagi kita untuk mengetahui pendapat Islam tentang wanita (juga pria), hubungan antara mereka, dan kewajiban satu dengan yang lainnya. Karena semua itu adalah masalah yang sudah cukup dikenal oleh setiap orang. Tetapi yang penting adalah kita bertanya kepada diri kita, apakah kita sudah siap untuk menjalankan hukum Islam?
          Realitasnya, negera ini dan juga negera-negera Islam lainnnya diselimuti gelombang besar serta deras cinta taklid kepada Barat dan tenggelam padanya hingga mencapai dua telinga. Sebagian orang bahkan tidak hanya tenggelam dalam gelombang taklid itu, lebih dari itu mereka berusaha menipu diri sendiri dengan mengatur hukum-hukum islam sesuai keinginan Barat dan aturan-aturan Eropa. Mereka menyalahgunakan toleransi agama ini dan keluwesan hukum-hukumnya, hingga benar-benar mengeluarkannya dari gambaran keislaman, menjadikannya tata aturan yang sama sekali tidak punya keterkaitan dengan Islam. Mereka benar-benar mengabaikan ruh perundang-undangan Islam dan membuang nash-nash yang tidak sesuai dengan hawa nafsu mereka.
          Sesungguhnya inilah bahaya yang kompleks. Karena mereka tidak hanya melanggar tetapi berupaya mencari-cari pembenaran secara konstitusional atas pelanggaran tersebut. Kemudian mempolanya dengan warna yang halal dan legal agar tidak perlu bertobat dan tidak perlu meninggalkannya di kemudian hari.
Maka yang terpenting sekarang adalah bagaimana kita memandang hukum-hukum Islam dengan pandangan yang bebas dari hawa nafsu serta menyiapkan diri kita untuk mau menerima perintah-perintah dan larangan-larangan Allah. Terutama tentang urusan yang sedang dibahas, karena ia dianggap sebagai landasan kebangkitan kita saat ini. Atas dasar ini, maka tidaklah mengapa mengingatkan manusia tentang hukum-hukum Islam yang telah mereka ketahui, dan yang wajib mereka ketahui dalam aspek ini.

Pertama : Islam mengangkat harkat dan martabat wanita dan menjadikannya partner laki- laki dalam hak dan kewajiban. 
            Ini adalah persoalan yang hampir tidak diperdebatkan. Islam telah meninggikan derajat wanita dan mengangkat harkatnya serta menganggapnya sebagai saudara laki-laki serta partner hidupnya. Maka wanita adalah bagian dari laki-laki dan laki-laki adalah bagian dari wanita, "(karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain." (Ali Imran : 195)
              Islam mengakui hak-hak pribadi wanita secara sempurna, hak-hak sipilnya secara sempurna. Islam memperlakukan wanita sebagai manusia sempurna yang memiliki hak dan mempunyai kewajiban. Ia mendapatkan apresiasi jika menunaikan kewajiban-kewajibannya dan hak-haknya wajib sampai kepadanya. Nash-nash yang menjelaskan hal tersebut sangat melimpah dalam Al-Qur'an dan Hadits.
Kedua : Perbedaan laki-laki dan wanita dalam hak, karena mengikuti perbedaan-perbedaan tabiat yang bisa dihindari, perbedaan tugas yang harus dilakukan masing-masing dan karena menjaga hak yang diberikan kepada masing-masing.
Mungkin dikatakan “Islam membedakan antara laki-laki dan wanita dalam banyak situasi dan kondisi serta tidak menyamakan keduanya secara sempurna. Pernyataan itu benar namun dari sisi yang lain harus diperhatikan bahwa ketika Islam mengurangi satu aspek dari hak wanita maka Islam pasti menggantinya dengan yang lebih baik di sisi yang lain (Dalam hal warisan, Islam menjadikan bagian wanita adalah setengan dari bagian laki-laki, namun di sisi lain Islam membebani laki-laki untuk mencari nafkah) atau bahkan, pengurangan ini memberi manfaat dan kebaikan pada wanita itu sendiri, sebelum yang lainnya.
Apakah ada orang, siapapun dia yang mampu mengklaim bahwa struktur tubuh dan mental wanita sama persis dengan laki-laki? Apakah ada orang, siapapun dia yang berani mengklaim bahwa peran yang harus dijalankan wanita dalam hidup sama persis dengan peran yang dijalankan laki-laki, jika kita masih mengakui adanya keibuan dan kebapakan?
                     Saya yakin bahwa proses pembentukan keduannya berbeda dan bahwa tugas keduannya dalam hidup ini juga berbeda. Perbedaan ini pasti memiliki konsekuensi pada perbedaan aturan hidup yang terkait dengan masing-masing. Inilah rahasia syariat Islam dari yang menghadirkan pembedaan-pembedaan antara dalam hak-hak dan kewajiban-kewajiban laki-laki dan wanita.
Ketiga : wanita dan laki-laki memiliki ketertarikan kuat secara fitrah. Inilah landasan pertama adanya hubungan antara keduanya. Tujuanyang diharapkan dari ketertarikan tersebut tidak sekedar untuk bersenang-senang dan segala ikutannya, namun juga untuk membangun kerja sama menjaga entitas (keberlangsungan hidup) manusia dan memikul beban-beban kehidupan.
                Islam telah mengisyaratkan adanya kecenderungan jiwa ini, lalu menyucikannya, dan memindahkannnya secara indah dari nilai-nilai kebinatangan menuju nilai-nilai spiritual, mengagungkan tujuannya, menjelaskan maksud yang ada di dalamnya, dan mengangkatnya dari sekedar bentuk kesenangan menuju sebuah kerja sama yang sempurna. Marilah kita dengarkan firman Allah swt., "Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah, Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang." (Ar-Rum: 21)
Dengan bimbingan prinsip-prinsip yang permanen inilah kita memandang aturan-aturan dan manhaj yang ditetapkan oleh Islam.
Pada pembahasan sebelumnya tiga prinsip yang ditetapkan Islam mengenai wanita:
1. Islam mengangkat kedudukan wanita, menjadikannya bagian dari laki-laki menganggapnya sebagai partner laki- laki dalam hak dan kewajiban kemanusiaan secara umum.
2. Ketika Islam membedakan antara keduanya dalam hal di atas, maka itu ditempatkan pada hukum pengkhususan yang masing-masing memang memiliki kekhasan dari lainnnya dalam struktur tubuh dan tugas.
3. Islam mengatur naluri seksual laki-laki dan wanita secara bijak. Ia mengarahkannya pada hal yang bermanfaat dan menetapkan batas-batas agar tidak jatuh pada hal yang berbahaya.
Inilah prinsip-prinsip yang di jaga oleh islam dan ditetapkan menjadi pandangannya terhadap wanita. Di atas landasan ini, hadirlah syariat Islam yang bijaksana untuk menjamin ada kerja sama yang sempurna antara dua jenis kelamin, sehingga satu dapat mengambil manfaat dari lainnya dan membantunya dalam urusan kehidupan.
Pembahasan mengenai wanita dalam masyarakat menurut Islam dapat disimpulkan dalam point-point berikut:

Pertama: Kewajiban Mendidik Wanita
Islam memandang wajib membina akhlak wanita serta mendidiknya pada berbagai keutamaan dan kesempurnaan jiwa sejak dini. Islam juga menganjurkan para ayah dan orang-orang yang memegang urusan para pemudi untuk melakukan hal tersebut, menjanjikan pahala besar dari Allah swt. Atas tindakan tersebut, dan memberikan ancaman jika lalai, sebagaimana disebutkan pada ayat yang mulia,
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan oleh-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (At-Tahrim: 6)

        Dalam hadits shahih Rasulullah saw. bersabda, "Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban tentang apa yang dipimpinnya. Seorang Imam adalah pemimpim dan akan ditanyai tentang yang dipimpinnnya, seorang laki-laki adalah pemimpin di keluarganya dan akan ditanyai tentang yang dipimpinnnya, seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan akan ditanyai tentang yang dipimpinnnya, seorang pelayan adalah pemimpin pada harta tuannya dan akan ditanyai tentang yang dipimpinnnya, dan setiap kalian adalah pemimpin dan akan ditanyai tentang yang dipimpinnnya" (HR. Bukhari dan Muslim dari hadits Abdullah bin Umar)
           Ibnu Abbas ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Tidaklah seorang muslim yang mempunyai dua anak wanita, kemudian ia berbuat baik pada keduannya selama keduanya bersamanya atau ia bersama keduanya kecuali keduanya menjadi penyebabnya masuk ke dalam surga." (HR. Ibnu Majah dengan sanad yang shahih dan diriwayatkan Ibnu Hibban dalam kitab Shahihnya).

           Dari Abu Said Al Khudri ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang mempunyai tiga anak wanita, atau tiga saudara wanita atau dua anak wanita, atau dua saudara wanita, kemudian menemani mereka dengan baik dan bertakwa kepada Allah dalam mengurus mereka maka baginya surga." (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud, hanya saja pada riwayat Abu Dawud Rasulullah saw bersabda, "Kemudian ia mendidik, berbuat baik, dan menikahkan mereka, maka baginya surga.")
            Termasuk pendidikan yang baik adalah mengajari mereka hal-hal yang menjadi penopang tugas-tugas mereka. Seperti, membaca, menulis, berhitung, ilmu agama, sejarah para salafus shalih, baik laki-laki maupun wanita, mejemen rumah tangga, masalah-masalah kesehatan, prinsip-prinsip pendidikan, dan pengelolaan anak serta segala hal yang dibutuhkan oleh seorang ibu dalam mengatur rumah dan mendidik anak-anaknya.
             Dalam hadits Bukhari disebutkan, Rasulullah saw. bersabda, "Sebaik-baik wanita adalah wanita Anshar, rasa malu tidak menghalangi mereka untuk memahami agama." kebanyakan wanita salaf dahulu memiliki bagian besar dari ilmu, keutamaan, dan pemahaman tentang agama Allah.
Adapun ilmu-ilmu di bidang lain yang tidak dibutuhkan oleh wanita, maka hanya kesia-siaan yang tidak ada manfaatnya. Wanita tidak memerlukakannya, dan alangkah baiknya ia menggunakan waktunya untuk hal-hal yang berguna dan bermanfaat.
Wanita tidak perlu memperdalam berbagai bahasa, wanita tidak membutuhkan kajian-kajian keprofesian khusus, karena sebentar lagi ia akan mengetahui bahwa wanita itu tugasnya untuk menata rumah. Wanita tidak perlu memperdalam kajian hukum dan perundang-undangan, cukuplah baginya mempelajari hukum-hukum yang dibutuhkan masyarakat secara umum.
Abul A'la Al Ma'arry berwasiat mengenai kaum wanita dengan ungkapan,
"Ajarilah mereka memintal dan menjahit
Biarkanlah mereka belajar menulis dan membaca
Sholatnya wanita dengan Al-Hamdu (Al-Fatihah) dan Al-Ikhlas
Menyamai membaca surat Yunus dan At-Taubah (Bara'ah)"
Kita tidak berhenti hanya sampai di sini dan kita juga tidak ingin seperti yang diinginkan mereka yang berleh-lebihan dan  melampaui batas dalam membebani wanita dengan berbagai kajian yang tidak dibutuhkannya. Akan tetapi, kami mengatakan, "Ajarilah wanita tentang hal-hal yang ia butuhkan, terkait tugasnya yang Allah swt. Menciptakan dia untuk melaksanakannya, yaitu mengelola rumah tangga dan merawat anak."

Kedua: Memisahkan Antara Wanita dan Laki-laki
Islam memandang pembauran (ikhtilat)  antara wanita dan laki-laki itu sebagai bahaya nyata, Islam menjauhkan antara keduannya kecuali melalui pernikahan. Oleh karena itu, komunitas Islam adalah komunitas tunggal (dari aspek jenis kelamin) bukan komunitas ganda.
Para penyeru pembauran (ikhtilat) mengatakan, “Sesungguhnya pemisahan akan menghalangi kedua pihak dari lezatnya pertemuan dan manisnya kebersamaan yang dirasakan oleh masing-masing saat berada didekat lainnnya. Kelezatan itu juga melahirkan perasaan yang diikuti oleh banyak tata krama sosial seperti kelembutan, baiknya pergaulan, kelembutan berbicara, tabiat yang supel dan seterusnya.
Mereka akan mengatakan, sesungguhnya pemisahan antara dua jenis akan menjadikan masing-masing merindukan pada yang lain untuk selamanya. Sedangkan hubungan antara keduannya dapat meminimalisi kerinduan dan menjadikannya sebagai hal yang biasa. “Manusia mencintai sesuatu yang dilarang dan apa yang telah di tangan kurang diminati jiwa”.
Seperti itulah mereka berbicara dan banyak pemuda yang terfitnah dengan ucapan mereka. Apalagi pemikiran tersebut sejalan dengan hawa nafsu selaras dengan syahwat.
Kami katakan kepada mereka, eski kami tidak sepakat dengan apa yang kalian sebutkan tentang masalah pertama, namun kami akan katakan kepada kalian, “Sesungguhnya lezatnya pertemuan dan manisnya kebersamaan diikuti oleh hilangmya kehormatan, busuknya batin,  rusaknya jiwa dan perilaku, kehancuran rumah tangga, nestapa keluarga, rawannya kriminalitas, degradasi moral, dan segala konsekuensi ikhtilat (pembauran laki-laki dan perempuan) berupa akhlak yang lembek dan lemahnya sifat kesatria yang tidak hanya sampai batas tipis tapi sudah melampaui batas hingga pada sifat banci. Ini semua sudah terlihat jelas dan tidak ada yang membantah kecuali oleh orang yang menyombongkan diri.
Dampak-dampak negatif ikhtilat ini seribu kali lipat lebih banyak daripada manfaatnya. Padahal apabila ada benturan antara maslahat dan mafsadat maka mencegah hadirnya mafsadah diutamakan. Apalagi kalau maslahatnya tidak seberapa dibandingkan dengan mafsadatnya.
Sedangkan pernyataan kedua maka itu tidak benar. Justru ikhtilat itu akan menambah kecenderungan. Dulu ada yang mengatakan, "Adanya makanan itu akan menambah syahwatnya orang yang rakus (untuk makan)." Seorang suami hidup bersama istrinya bertahun-tahun, sudah pasti kecenderungan (untuk menggaulinya) akan bertambah dalam jiwanya. Maka bagaimana mungkin hubungan (selalu dekat) dengan sang istri tidak menjadi sebab kecenderungan kepadanya. Sementara itu seorang wanita yang ikhtilat akan terdorong untuk memamerkan lekuk-lekuk perhiasannya. Ia tidak rela kecuali laki-laki itu kagum kepadanya.
Di samping samping itu, terdapat dampak negatif yang mengikuti ikhtilat di bidang ekonomi. Yaitu berlebihan dalam dalam perhiasan dan berdandan(tabarruj) yang dapat mengantar pada kebangkrutan, kehancuran, dan kefakiran.
Oleh karena itulah kami menegaskan Komunitas Islami adalah komunitas tunggal bukan komunitas ganda. Para lelaki punya masyarakat sendiri sebagaimana wanita punya masyarakat sendiri. Islam membolehkan bagi wanita untuk mengikuti shalat 'ied (Hari Raya), shalat jamaah, dan keluar untuk berperang dalam situasi yang sangat darurat. Namun Islam hanya sampai batas ketentuan ini (tidak merambah pada yang lain) dengan menentukan berbagai macam persyaratan seperti: menjauhi tabaruj (berhias berlebihan), menutup aurat, menutup pakaian ke seluruh tubuh tanpa menggambarkan bentuk tubuh dan tidak transparan, serta tidak berkhalwat menyendiri bersama laki-laki asing (bukan mahram dan bukan suami) apapun kondisinya dan begitu seterusnya.
Salah satu dosa terbesar dalam Islam adalah jika ada seorang laki-laki menyendiri dengan wanita yang bukan mahramnya. Islam telah menempuh jalan yang tegas dan bijak pada urusan pembauran laki-laki dan wanita.
Menutup aurat dalam berpakaian termasuk adab Islam. Haramnya menyendiri dengan yang bukan mahram adalah salah satu hukum dari sekian hukum-hukumnya. Menundukkan pandangan adalah bagian dari kewajiban-kewajibannya. Menetap dirumah bagi seorang wanita sampai ketika shlat adalah merupakan syiar dari sekian banyak syiar-syiarnya. Menjauhi rangsangan baik suara, maupun gerak dengan segala macam fenomena berhias, khususnya ketika keluar rumah-adalah salah satu dari sekian banyak garis
ketetapannya.
Semua itu disyariatkan agar kaum lelaki selamat dari fitnah wanita, karena fitnah ini adalah fitnah yang paling mudah hinggap dalam dirinya. Juga agar kaum wanita selamat dari fitnah laki-laki, karena fitnah itu adalah fitnah yang paling mudah mendekati hatinya. Ayat-ayat mulia dan hadits-hadits yang disucikan telah menuturkan hal tersebut:
"Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, 'Hendaklah merasa menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat."
"Katakanlah kepada wanita yang beriman, 'Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Dan janganlah mereka menampakan perhiasannya kecuali yang (biasa) tampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau puteraputera suami mereka, atau saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah wahai orangorang yang beriman, supaya kamu beruntung." (An-Nuur: 30-31)
"Hai Nabi katakan pada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, 'Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.'Yang dengan demikian itu supaya mereka mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu." (Al-Ahzab: 59)
Dari Abdullah bin Masud ra. Berkata, Rasulullah saw. bersabda, (meriwayatkan dari Rabbnya Allah azza wa jalla), “Pandangan itu anak panah beracun dari anak-anak panah iblis. Barangsiapa yang menghindarinya karena takut kepada-Ku, maka Aku akan menggantinya dengan keimanan yang akan dirasakan lezat di dalam hatinya.” (HR. At-Thabrani dan Al- Hakim)
Dari Abu Umamah ra. Berkata, bahwa Rasulullah saw. Bersabda,  “Hendaklah kalian menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan kalian, atau (kalau tidak) Allah akan membutakan wajah-wajah kalian.” (HR. Thabrani)
Dari Abu Sa’id Al-Khudri ra. Berkata Rasulullah saw. Bersabda, “Tidaklah pagi itu akan menjelang kecuali ada dua malaikat yang berseru, sungguh celaka kaum lelaki dan kaum wanita, sungguh celaka kaum wanita karena kaum lelaki.” (HR. Ibnu Majah dan Al-Hakim)
Dari Uqbah bin Amir ra. Rasulullah saw. Bersabda, “Jauhilah kalian untuk memasuki rumah wanita,” berkatalah orang dari Anshar,“Tahukah kamu tentang Al Hamwu?(saudara suami atau semisalnya termasuk anak paman dan yang sederajat)” Al Hamwu itu kematian (menyendiri dengannya menyebabkan bencana).” (HR.Bukhari, Muslim dan Tirmidzi).
Dalam riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan, “wanita tidak berpergian selama dua hari kecuali bersama mahramnya atau suaminya.”
Aisyah ra. meriwayatkan bahwa Asma’ binti Abu Bakar ra. menemui Rasulullah saw. dengan mengenakan pakaian yang tipis, maka beliau berpaling darinya dan berkata, “wahai Asma’, sesungguhnya wanita yang sudah haid (akil baligh), tidak boleh terlihat tubuhnya kecuali ini dan ini, “beliau memberi isyarat ke wajah dan kedua telapak tangannya”.
                Berikutnya, islam mempunyai aturan-aturan mulia mengenai hak suami atas istrinya, hak istri atas suaminya, hak kedua orang tua atas anak-anak mereka, dan hak anak-anak atas orang tua mereka. Islam memiliki aturan yang mengharuskan pengendalian keluarga dengan kecintaan dan saling mendukung untuk melakukan kebaikan. Juga mempersembahkan aturan yang memberikan pelayanan nyata bagi umat, andai manusia mau menjadikannya sebagai pegangan maka mereka akan bahagia dalam dua kehidupan dan akan sukses dalam dua ibadah.

di kutip dari buku kumpulan Risalah Dakwah
karya Hasan al Banna





Bahaya Ghazwul Fikri

"....Dan tiada henti-hentinya mereka selalu memerangi kalian sehingga kalian murtad dari agama kalian, jika mereka mampu..." (Al Baqarah [2] : 217).
Sungguh sangat menggembirakan dan membesarkan hati kita bahwa ternyata ummat Islam di Indonesia merupakan ummat mayoritas (85%). Bahkan pertumbuhannya di dunia internasional juga cukup pesat. Dari lima milyar lebih, seperlimanya adalah umat Islam. Akan tetapi, dari jumlah yang besar tersebut sedikit sekali yang kita dapati benar-benar menjalankan ajaran Islam secara menyeluruh. Banyak yang masih salah dalam mempersepsikan ajaran Islam yang syamil tersebut. Sering kita dapati pemilah-milahan ajaran Islam, antara urusan agama dengan urusan ekonomi, budaya, politik, ataupun sisi kehidupan yang lain.
Sebagai akibatnya dari pemahaman yang demikian akan menimbulkan kerancuan dalam berpikir dan bertindak. Di satu sisi ia sebagai seorang muslim, namun di sisi lain, aktivitasnya dalam bidang ekonomi, budaya maupun politik jauh dari ajaran Islam. Sehingga karena keadaan yang demikian itulah banyak orang Islam yang masih mudah tergiur oleh paham lain.
Empat belas abad yang lalu, di saat Islam mencapai puncaknya, Rasulullah SAW telah memprediksikan tentang nasib ummat Islam di masa yang akan datang, sebagai tanda nubuwwah beliau. Nasib ummat Islam pada masa itu digambarkan oleh Rasulullah seperti seonggok makanan yang diperebutkan oleh sekelompok manusia yang lapar lagi rakus.
Sebagaimana tersebut dalam sebuah hadits:
"Beberapa kelompok manusia akan memperebutkan kalian seperti halnya orang-orang rakus yang memperebutkan hidangan."
Seorang sahabat bertanya, "Apakah karena kami waktu itu sedikit, ya Rasulullah?".
Jawab Rasul : "Tidak! Bahkan waktu itu jumlah kalian sangat banyak. Akan tetapi kalian waktu itu seperti buih lautan. Dan sungguh, rasa takut dan gentar telah hilang dari dada musuh kalian. Dan bercokollah dalam dada kalian penyakit wahn".

Kemudian sahabat bertanya, "Apakah yang dimaksud dengan penyakit wahn itu ya Rasulullah?".
Jawab beliau : "Cinta dunia dan takut mati".
Kita bisa membayangkan bagaimana nasib seonggok makanan yang menjadi sasaran perebutan dari orang-orang kelaparan yang rakus. Tentu saja dalam sekejap mata makanan yang tadinya begitu menarik menjadi hancur berantakan tak berbekas, lumat ditelan para pemangsanya.
Demikian pula dengan kondisi ummat Islam saat ini. Ummat Islam menjadi bahan perebutan dari sekian banyak kepentingan yang apabila kita kaji lebih jauh ternyata tujuan akhirnya adalah sama, kehancuran ummat Islam !
Banyak pihak yang memusuhi kaum muslimin. Allah memberikan informasi kepada kita siapa saja musuh-musuh kaum muslimin. Ada beberapa kelompok besar manusia yang dalam perjalanan sejarah selalu mengibarkan bendera permusuhan dan perang terhadap kaum muslimin. Adapun kelompok-kelompok tersebut adalah:

1. Orang-Orang Yahudi dan Nashrani

"Orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akan pernah rela terhadap kalian, sehingga kalian mengikuti jejak mereka..." (Al Baqarah [2] :120).

2. Orang-orang Musyrik

"Sesungguhnya telah kalian dapati orang-orang yang paling besar permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik...." (Al Maidah [5] :82).

3. Orang-orang Munafik

"Apabila orang-orang munafiq datang kepadamu, mereka berkata: 'Kami mengakui, bahwa kamu benar-benar Rasulullah'. Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya', dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafiq itu benar-benar orang pendusta" (Al Munafiqun [63] : 1).
"Orang-orang munafiq laki-laki dan perempuan, sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh berbuat yang mungkar dan melarang yang ma'ruf dan menggenggam tangannya (kikir). Mereka telah melupakan Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafiq itulah orang-orang yang fasik" (At Taubah [9]: 67).
Meskipun mereka (musuh-musuh Islam) itu nampaknya berbeda, tetapi sesungguhnya di dalam memerangi kaum muslimin mereka bersatu padu melakukan konspirasi (persekongkolan) yang berskala Internasional. Mereka berusaha tanpa mengenal lelah dan berputus asa.
"Dan tiada henti-hentinya mereka selalu memerangi kalian sehingga kalian murtad dari agama kalian, jika mereka mampu...." (Al Baqarah [2] : 217).

Ada dua jenis peperangan yang selalu mereka lancarkan terhadap ummat Islam, yaitu perang secara fisik (militer) dan perang secara non fisik (pemikiran), yang lebih dikenal dengan istilah ghazwul fikri.
Peperangan-peperangan itu

Ketika cahaya Islam mulai menyebar luas meliputi wilayah Persi, Syiria, Palestina, Mesir dan menyeberang daratan Eropa sampai Spanyol, maka kaum Salibis, Yahudi dan orang-orang Paganis segera membendung laju kebenaran Islam. Mereka khawatir kalau cahaya Islam akan menerangi seluruh belahan dunia. Maka kemudian digelarlah peperangan yang panjang yang kita kenal dengan nama perang Salib.

Selama perang salib yang berlangsung delapan periode itu, tak sekalipun ummat Islam dapat dikalahkan. Mereka berpikir keras bagaimana cara mengalahkan ummat Islam. Setelah melalui pemikiran yang panjang akhirnya mereka mengambil kesimpulan sebagaimana dikemukakan oleh Gladstone, salah seorang perdana menteri Inggris, "Selama Al Qur'an ini ada di tangan ummat Islam, tidak mungkin Eropa akan menguasai dunia Timur".

Mereka selanjutnya menyusun langkah-langkah untuk menjauhkan ummat Islam dari ajarannya. Dengan metode yang sistematis mereka memulai melancarkan serangan pemikiran yang berujud program-program yang dikemas dengan menarik. Sehingga tanpa disadari, ummat Islam sudah mengikuti mereka bahkan menjadi pendukung program-program yang mereka adakan. Di samping tipu daya yang berbentuk perang pemikiran, perusakan akhlaq, sekulerisasi sistem pendidikan serta penjajahan di negeri-negeri kaum muslimin yang telah dikuasai, mereka juga mengeruk seluruh kekayaan kaum muslimin. Hal itu berhasil mereka lakukan setelah melalui perjalanan panjang.

Dibandingkan dengan perang fisik atau militer, maka ghazwul fikri ini memiliki beberapa keunggulan, antara lain:
1. Dana yang dibutuhkan tidak sebesar dana yang diperlukan untuk perang fisik.
2. Sasaran ghazwul fikri tidak terbatas.
3. Serangannnya dapat mengenai siapa saja, dimana saja dan kapan saja.
4. Tidak ada korban dari pihak penyerang.
5. Sasaran yang diserang tidak merasakan bahwa sesungguhnya dirinya dalam kondisi diserang.
6. Dampak yang dihasilkan sangat fatal dan berjangka panjang.
7. Efektif dan efisien.


Yang menjadi sasaran Ghazwul Fikri adalah pola pikir dan akhlaq. Apabila seseorang sering menerima pola pikir sekuler, maka iapun akan berpikir ala sekuler. Bila sesorang sering dicekoki paham komunis , materialis, fasis, marksis, liberalis, kapitalis atau yang lainnya, maka merekapun akan berpikir dari sudut pandang paham tersebut.
Sementara itu dalam hal akhlaq, boleh jadi pada awalnya seseorang menolak terhadap suatu tata cara kehidupan tertentu, namun karena tiap kali ia selalu mengkonsumsi tata cara tersebut, maka lama kelamaan akan timbul perubahan dalam dirinya.
Yang semula menolak, akan berubah menjadi menerima. Dari yang sekedar menerima itu akan berubah menjadi suka. Selanjutnya akan timbul dalan dirinya tata sikap yang sama persis dengan mereka. Bahkan pada akhirnya ia akan menjadi pendukung setia tata hidup jahiliyah tersebut. Seperti contohnya adanya pergaulan bebas antara wanita dan pria yang bukan muhrim, seperti kita lihat dalam kehidupan sehari-hari.
Demikianlah bahaya ghazwul fikri. Ia akan menyeret seseorang ke dalam jurang kesesatan dan kekafiran tanpa terasa. Ibaratnya seutas rambut yang dicelupkan ke dalam adonan roti, kemudian ditarik dari adonan tersebut. Tak akan ada sedikitpun adonan roti yang menempel pada rambut. Rambut itu keluar dari adonan dengan halus sekali tanpa terasa. Demikianlah, seseorang hanya tahu bahwa ternyata dirinya sudah berada dalam kesesatan, tanpa terasa!
Ada beberapa jenis ghazwul fikri, di antaranya :

1. Perusakan Akhlaq

Dengan berbagai media musuh-musuh Islam melancarkan program-program yang bertujuan merusak akhlaq generasi muslim. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, sampai yang tua renta sekalipun. Di antara bentuk perusakan itu adalah lewat majalah-majalah, televisi, serta musik. Dalam media-media tersebut selalu saja disuguhkan penampilan tokoh-tokoh terkenal yang pola hidupnya jelas-jelas jauh dari nilai-nilai Islam. Mulai dari cara berpakaian, gaya hidup dan ucapan-ucapan yang mereka lontarkan.

Dengan cara itu, mereka telah berhasil membuat idola-idola baru yang gaya hidupnya jauh dari adab Islam. Hasilnya betul-betul luar biasa, banyak generasi muda kita yang tergiur dan mengidolakan mereka. Na'udzubillahi min dzalik!

2. Perusakan Pola Pikir

Dengan memanfaatkan media-media tersebut di atas, mereka juga sengaja menyajikan berita yang tidak jelas kebenarannya, terutama yang berkenaan dengan kaum muslimin. Seringkali mereka memojokkan posisi kaum muslim tanpa alasan yang jelas. Mereka selalu memakai kata-kata; teroris, fundamentalis untuk mengatakan para pejuang kaum muslimin yang gigih mempertahankan kemerdekaan negeri mereka dari penguasaan penjajah yang zhalim dan melampui batas. Sementara itu di sisi lain mereka mendiamkan setiap aksi para perusak, penindas, serta penjajah yang sejalan dengan mereka; seperti Israel, Atheis Rusia, Fundamentalis Hindu India, Serbia, serta yang lain-lainnya. Apa-apa yang sampai kepada kaum muslimin di negeri-negeri lain adalah sesuatu yang benar-benar jauh dari realitas. Bahkan, sengaja diputarbalikkan dari kenyataan yang sesungguhnya.

3. Sekulerisasi Pendidikan

Hampir di seluruh negeri muslim telah berdiri model pendidikan sekolah yang lepas dari nilai-nilai keagamaan. Mereka sengaja memisahkan antara agama dengan ilmu pengetahuan di sekolah. Sehingga muncullah generasi-generasi terdidik yang jauh dari agamanya. Sekolah macam inilah yang mereka dirikan di bumi Islam pada masa penjajahan (imperialisme), untuk menghancurkan Islam dari dalam tubuhnya sendiri.

4. Pemurtadan

Ini adalah program yang paling jelas kita saksikan. Secara terang-terangan orang-orang non muslim menawarkan "bantuan" ekonomi; mulai dari bahan makanan, rumah, jabatan, sekolah, dan lain-lainnya untuk menggoyahkan iman orang-orang Islam.


Sebuah Strategi

Pastor Takly berkata: "Kita harus mendorong pembangunan sekolah-sekolah ala Barat yang sekuler. Karena ternyata banyak orang Islam yang goyah aqidahnya dengan Islam dan Al Qur'an setelah mempelajari buku-buku pelajaran Barat dan belajar bahasa asing".

Samuel Zwemer dalam konferensi Al Quds untuk para pastor pada tahun 1935 mengatakan: "Sebenarnya tugas kalian bukan mengeluarkan orang-orang Islam dari agamanya menjadi pemeluk agama kalian. Akan tetapi menjauhkan mereka dari agamanya (Al Qur'an dan Sunnah). Sehingga mereka menjadi orang- orang yang putus hubungan dengan Tuhannya dan sesamanya (saling bermusuhan), menjadi terpecah- belah dan jauh dari persatuan. Dengan demikian kalian telah menyiapkan generasi-generasi baru yang akan memenangkan kalian dan menindas kaum mereka sendiri sesuai dengan tujuan kalian".


Wallahu a'lam bish shawwab.
Sumber : http://www.geocities.com/Athens/8875/inexps.html

Kejelekan Tabarruj (berhias ala jahiliyah, seronok)

· Tabarruj adalah maksiat kepada Allah dan Rasul.

Barangsiapa yang maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya maka ia hanya akan mencelakakan dirinya sendiri dan tidak akan mencelakakan Allah sedikitpun.
Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda:
 
"Semua umatku akan masuk surga kecuali orang yang menolak" Mereka bertanya: "Ya Rasulullah! Siapakah orang yang menolak itu? Beliau menjawab: "Siapa yang taat kepadaku akan masuk surga dan siapa yang maksiat kepadaku maka ia telah menolak."

· Tabarruj menyebabkan laknat dan dijauhkan dari rahmat Allah.

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalambersabda:

"Akan ada pada akhir umatku nanti wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, kepala mereka bagaikan punuk unta, laknatlah mereka karena mereka adalah wanita-wanita yang pantas dilaknat."

· Tabarruj adalah sifat penghuni neraka.

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda:

"Ada dua golongan penghuni neraka yang belum pernah saya lihat; kaum yang membawa cemeti bagai ekor sapi yang digunakan memukul menusia dan wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang..."

· Tabarruj penyebab hitam dan gelap di hari kiamat.

Diriwayatkan dari Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam, beliau bersabda:

"Permisalan wanita yang berhias untuk selain suaminya, adalah bagaikan kegelapan pada hari kiamat, tidak ada cahaya baginya."

Maksudnya adalah wanita yang berlenggak-lenggok ketika berjalan dengan menarik pakaiannya, akan datang pada hari kiamat dalam keadaan hitam dan gelap, bagaikan berlenggak-lenggok dalam kegelapan. Dan hadits ini walaupun lemah, tetapi artinya benar, karena kenikmatan dalam maksiat adalah siksaan, wangi-wangian akan menjadi busuk dan cahaya menjadi kegelapan. Kebalikan dari taat, bahwa bau mulut orang yang berpuasa dan darah orang yang mati syahid lebih harum di sisi Allah dari bau minyak kasturi."

· Tabarruj adalah kemunafikan.

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda:

"Sebaik-baik wanita kalian adalah yang memiliki kasih sayang, subur (banyak anak), suka menghibur dan siap melayani, bila mereka bertakwa kepada Allah. Dan sejelek-jelek wanita kalian adalah wanita pesolek dan penghayal mereka itu adalah wanita-wanita munafik, mereka tidak akan masuk surga kecuali seperti ghurab a'sham."

Yang dimaksud ghurab a'sham adalah burung gagak yang memiliki cakar dan kaki merah, pertanda minimnya wanita masuk surga, karena burung gagak yang memiliki sifat seperti ini sangat jarang ditemukan.

· Tabarruj mengoyak tirai pelindung dan membuka aib.

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalambersabda:

"Siapa saja di antara wanita yang menanggalkan pakaian-nya di selain rumah suaminya, maka ia telah mengoyak tirai pelindung antara dirinya dan Allah Azza wa Jalla."

· Tabarruj adalah perbuatan keji.

Wanita itu adalah aurat, dan membuka aurat adalah keji dan dibenci. Allah Shalallahu 'alaihi wassalamberfirman:

"Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata: "Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakan-nya." Katakanlah: "Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji." (Q.S. Al-A'raf: 28)

Sebenarnya setanlah yang memerintahkan manusia melakukan perbuatan keji itu, sebagaimana firman Allah:
"Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir)." (Q.S. Al-Baqorah: 268)

· Tabarruj adalah ajaran iblis

Sesungguhnya kisah Adam dengan Iblis memberikan gambaran kepada kita bagaimana musuh Allah, Iblis itu membuka peluang untuk melakukan perbuatan dosa dan mengoyak tirai pelindung dan bahwa Tabarruj itulah tujuan asasi baginya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
"Hai anak Adam! Janganlah kamu sekali-kali dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya." (Q.S. Al-A'raf: 27)
Jadi iblislah yang mengajak kepada Tabarruj dan buka-bukaan. Dialah pemimpin utama bagi para pencetus apa yang dikenal dengan Tahrirul Mar'ah (pembebasan wanita).

· Tabarruj adalah jalan hidup orang-orang Yahudi.

Orang-orang Yahudi memiliki peran yang sangat besar dalam menghancurkan umat ini melalui wanita, dan kaum wanita sejak dulu memiliki pengalaman di bidang ini, di mana Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalambersabda:

"Takutlah pada dunia dan takutlah pada wanita karena fitnah pertama pada Bani Israel adalah pada wanita."

· Tabarruj adalah Jahiliyah busuk.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah." (Q.S. Al-Ahzab: 33)

Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam telah menyifati ajakan Jahiliyah sebagai ajakan busuk dan kotor. Jadi ajakan Jahiliyah adalah saudara kandung Tabarruj Jahiliyah. Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda:
"Semua yang merupakan perkara Jahiliyah tersimpan di bawah telapak kakiku."
Baik itu bernama Tabarruj Jahiliyah, ajakan Jahiliyah ataupun kesombongan Jahiliyah.

· Tabarruj adalah keterbelakangan.

Buka-bukaan dan telanjang adalah fitrah hewan ternak, tidak seorangpun yang condong kepadanya kecuali dia akan terperosok jatuh ke derajat yang paling rendah dari pada derajat manusia yang telah dimuliakan Allah. Dari sini nampaklah bahwa Tabarruj adalah tanda kerusakan fitrah, ketiadaan ghirah dan mati rasa:

Anda mengangkat baju hingga lutut

Demi Tuhanmu, sungai apa yang akan anda seberangi

Baju itu bagaikan naungan di waktu pagi

Yang semakin pendek, waktu demi waktu

Anda mengira bahwa laki-laki itu tidak memiliki perasaan

Padahal anda sendiri yang mungkin tidak punya perasaan

· Tabarruj adalah pintu adzab yang merata.

Seseorang yang memperhatikan nash-nash syare'at dan sejarah (Islam) akan meyakini adanya kerusakan yang ditimbulkan oleh Tabarruj dan bahayanya atas agama dan dunia, apalagi bila diperparah dengan Ikhtilath (percampurbauran antara laki-laki dan wanita).

Akibat dan bahaya Tabarruj yang menakutkan

Wanita-wanita yang melakukan Tabarruj berlomba-lomba menggunakan perhiasan yang diharamkan untuk menarik perhatian kepadanya. Sesuatu yang justru akan merusak akhlak dan harta serta menjadikan wanita sebagai barang hina yang diperjualbelikan, dan di antara bahayanya adalah:
1. Rusaknya akhlak kaum lelaki khususnya para pemuda yang terdorong melakukan zina yang diharamkan ini.
2. Memperdagangkan wanita sebagai sarana promosi atau untuk meningkatkan usaha perdagangan dan sebagainya.
3. Mencelakakan diri wanita sendiri, karena Tabarruj itu menunjukkan niat jelek dari apa yang ia suguhkan untuk menggoda orang-orang jahat dan bodoh.
4. Tersebarnya penyakit, seperti sabda Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam :
"Tidaklah suatu perbuatan zina itu nampak pada suatu kaum hingga mereka mengumumkannya kecuali akan tersebar di antara mereka penyakit menular dan penyakit-penyakit lain yang belum pernah ada pada orang-orang dulu."
5. Mempermudah mata melakukan maksiat, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalambersabda: "Kedua mata zinanya adalah melihat." Serta menyulitkan ketaatan ghadhul bashar (menundukkan pandangan) yang merupakan sesuatu yang lebih berbahaya dari ledakan bom atom dan gempa bumi. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: "Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu dengan sehancur-hancurnya." (Q.S. Al-Isra': 16)

Dalam hadits juga disebutkan:

"Sesungguhnya manusia bila melihat kemungkaran dan tidak merubahnya, dikhawatirkan Allah akan menimpakan mereka adzab."

Wahai ukhti muslimah! Tidakkah anda memperhatikan hadits nabi : "Buanglah duri dari jalan kaum muslimin." Dan bila membuang duri dari jalan termasuk cabang iman, maka duri manakah yang lebih berat, batu di jalan atau fitnah yang merusak hati, menerbangkan akal dan menyebarkan kekejian di antara orang-orang mu'min.
Sesungguhnya tidaklah seorang lelaki muslim terkena fitnah pada hari ini karena anda yang telah memalingkannya dari mengingat Allah dan menghalanginya dari jalan yang lurus -padahal anda sanggup mencegahnya dari fitnah itu- kecuali di hari esok nanti Allah akan menghukum anda dengan adzab yang sangat pedih.

Segeralah taat kepada Allah, tinggalkan kritikan dan ejekan manusia, karena perhitungan Allah kelak sangat ketat.

(Dinukil dari kitab : Al Hijab. Penebit: Darul Qosim P.O. Box 6373 Riyadh 11442)

Berhias dengan Akhlak


oleh : Ibnatu Husen
“Sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berakhlak yang agung”  (Al qalam : 4)
Adakah orang yang tidak menyukai perhiasan ? jawaban pertanyaan ini jelas, bahwa tidak ada seorangpun melainkan ia menyukai perhiasan dan senang untuk tampil berhias di hadapan siapa saja. Karena itu kita lihat banyak orang berlomba-lomba untuk memperbaiki penampilan dirinya. Ada yang lebih mementingkan perhiasan dhahir (luar) dengan penambahan aksesoris sepertipakaian yang bagus, make up yang mewah dan emas permata, sehingga mengundang decak kagum orang yang melihat. Adapula yang berupaya memperbaiki kualitas akhlak, memperbaiki dengan akhlak islami.

Yang disebut terakhir ini tentunya bukan decak kagum manusia yang dicari, namun karena kesadaran agamanya menghendaki demikian dengan disertai harapan mendapatkan pahala dari Allah subhanahu wa ta’ala. Kalaupun penampilannya mengundang pujian orang, ia segera mengembalikannya kepada Allah karena kepunyaan-Nyalah segala pujian dan hanya Dialah yang berhak untuk dipuji.

Kebun Emas 250 x 250